
Harga minyak naik setelah AS dan Uni Eropa menyepakati perjanjian dagang menjelang batas waktu tarif Presiden Donald Trump pada 1 Agustus. Harga minyak Brent mendekati $69 per barel setelah ditutup melemah 1,1% pada hari Jumat, sementara harga minyak West Texas Intermediate diperdagangkan di atas $65. UE menghadapi pungutan 15% atas sebagian besar ekspornya, meskipun Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen tampaknya berbeda pendapat mengenai beberapa detail penting dari perjanjian tersebut.
Kebijakan perdagangan Trump dan ancaman pembalasan dari negara-negara yang menjadi target telah menimbulkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi global, yang membebani minyak dan komoditas lainnya. Keputusan OPEC+ untuk segera meningkatkan kuota produksinya juga telah menempatkan pasar pada jalur kelebihan pasokan di akhir tahun ini.
Komite OPEC+ akan bersidang pada hari Senin untuk menilai pasar minyak menjelang pertemuan pada hari Minggu untuk memutuskan kebijakan produksi untuk bulan September. Kelompok tersebut diperkirakan akan menaikkan kuotanya lagi, menurut para delegasi.
Trump dan von der Leyen mengumumkan pakta perdagangan tersebut pada hari Minggu, meskipun mereka tidak mengungkapkan detail lengkap atau merilis materi tertulis apa pun. AS, yang juga telah mencapai kesepakatan dengan Jepang, menetapkan batas waktu 1 Agustus untuk menyelesaikan kesepakatan dengan mitra dagangnya sebelum tarif Amerika berlaku.
Para pejabat AS dan Tiongkok dijadwalkan bertemu pada hari Senin untuk pembicaraan perdagangan, dan South China Morning Post melaporkan bahwa kedua negara diperkirakan akan memperpanjang gencatan senjata tarif mereka, menurut orang-orang yang tidak diidentifikasi. (azf)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...